Perbedaan Antara Headhunter dengan Outsourcing

Headhunter adalah salah satu jasa yang banyak dibutuhkan pada saat ini. Terutama bagi perusahaan-perusahaan besar yang memang membutuhkan SDM berkualitas. Ya, headhunter adalah jasa yang akan membantu perusahaan dalam mencari SDM dengan posisi yang sangat tinggi. Misalnya seperti CEO, CFO, kepala bagian dan lain sebagainya. Recruitment agency Jakarta atau headhunter ini kerap kali disamakan dengan outsourcing, padahal keduanya sangatlah berbeda.

Perbedaan Headhunter dan Outsourcing

Tidak heran sebenarnya jika banyak yang menyamakan agensi headhunter ini dengan outsourcing. Karena sama-sama memberikan rekomendasi SDM yang berkualitas kepada perusahaan. Tapi, nyatanya keduanya sangatlah berbeda dan Anda harus tahu apa saja perbedaannya. Berikut ini adalah penjelasannya:

Hak milik karyawan

Perbedaan yang pertama adalah dari hak milik karyawan. Untuk headhunter akan menyerahkan secara penuh karyawan tersebut kepada perusahaan yang telah menerimanya. Tidak ada keterkaitan lagi dengan headhunter. Sedangkan untuk outsourcing sendiri masih memegang sebagian hak dari karyawan. Sehingga meski pemutusan hubungan kerja biasanya perusahaan tidak akan memberikan pesangon.

Jenis pekerjaan yang diberikan

Perbedaan selanjutnya yang sangat terlihat adalah dari jenis pekerjaan yang diberikan. Tadi, sudah sempat disinggung, headhunter tidak mencari kandidat atau SDM yang biasa saja. Mereka khusus mencari SDM yang sudah memiliki rekam jejak yang jelas dan kinerja luar biasa. Bahkan mereka akan merekrut orang yang bahkan tidak sedang mencari pekerjaan baru.

Dimana jabatan eksekutif adalah fokus utama dari headhunter. Sedangkan untuk outsourcing biasanya akan menyediakan SDM yang tidak memegang peranan yang begitu krusial. Tidak heran untuk peran Headhunter ini sendiri termasuk berat karena harus mencari SDM yang mampu memimpin perusahaan.

Pembayaran jasa

Perbedaan yang juga sangat terlihat adalah dari pembayaran jasanya. Jasa headhunter biasanya akan meminta sekitar 20% hingga 25% dari gaji karyawan yang didapatkan. Contoh kandidat akan mendapatkan gaji 100 juta rupiah, maka headhunter akan menerima komisi setidaknya 20 hingga 25 juta rupiah dan akan dibayarkan oleh perusahaan yang menggunakan jasa mereka.

Sedangkan untuk outsourcing sendiri akan mendapatkan keuntungan atau pembayaran per bulan dari karyawan di perusahaan yang bekerja sama dengan mereka. Contohnya karyawan akan dibayar 5 juta per bulannya, dimana nantinya karyawan akan mendapatkan 4 juta per bulan. Sehingga setiap bulannya perusahaan outsourcing akan mendapatkan keuntungan 1 juta per bulan untuk 1 karyawan.

Dilihat dari perbedaan di atas, maka Anda pun akan mengetahui dengan benar bahwa antara headhunter dengan outsourcing tidaklah sama. Meski bergerak dalam bidang menyediakan SDM, tapi ada perbedaan jelas. Jika Anda membutuhkan jasa Jakarta executive search, maka dapat mengunjungi www.procapita.co.id yang memang sudah berpengalaman dalam mencari kandidat SDM terbaik.

This article was updated on September 2, 2022

Bloger yang suka menulis dan membaca buku fisik dan juga e-book. Topik buku favoritnya adalah non-fiksi seperti teknologi dan motivasi.

You should also read: